Kayu dan material terbaik untuk furniture di iklim Bali
Kelembapan, udara asin, dan rayap di Bali cepat merusak material yang salah. Berikut panduan sederhana tentang material yang cocok untuk iklim tropis — dan yang sebaiknya dihindari.
Diperbarui:

Kayu keras solid
Kayu jati adalah standar emas: stabil, berminyak alami, tahan air, pelapukan, dan rayap, serta indah. Jati perkebunan mudah didapat di Bali; jati tua daur ulang dihargai karena karakternya.
Merbau sangat keras dan awet dengan warna cokelat kemerahan yang kaya — sangat baik untuk pintu, tangga, dan decking. Kayu ulin (kayu besi Kalimantan) paling kuat di antara semuanya dan ideal untuk decking, tiang, dan sirap. Bengkirai adalah pilihan awet yang lebih ekonomis untuk decking dan struktur outdoor.
Papan untuk kabinet dan lemari
Multiplek marine (WBP) adalah papan terbaik untuk kitchen set, kabinet kamar mandi, dan lemari di Bali. Lapisan silangnya dan lem tahan air mencegah pengembangan dan menahan sekrup dengan baik.
MDF bisa dipakai untuk pintu cat di ruangan kering ber-AC, tetapi harus disegel di semua sisi. Partikel board (chipboard) sebaiknya dihindari: begitu menyerap lembap, papan ini mengembang dan hancur.
Finishing
HPL (high-pressure laminate) kuat, tahan air, dan mudah dilap — finishing paling praktis untuk kitchen set dan properti sewa. Cat duco memberi tampilan mulus tetapi memerlukan aplikasi yang teliti. Minyak alami cocok untuk jati dan kayu outdoor; polyurethane memberi permukaan yang lebih tahan aus untuk indoor.
Hardware dan detail
Pilih hardware stainless steel atau berlapis berkualitas di dekat pantai, serta engsel dan rel soft-close yang tahan lembap. Segel setiap sisi dan lubang potongan, tinggikan kabinet dari lantai yang basah, dan buat ventilasi untuk lemari.
Melindungi dari rayap
Beri obat anti-rayap pada semua kayu dan papan sebelum dirakit, hindari kontak langsung kayu dengan tanah dan beton bila memungkinkan, sediakan akses inspeksi, dan lakukan perlindungan anti-rayap tanah secara profesional untuk bangunan baru.


